Dinamika Perkebunan Serat Di Pinggiran Wonogiri 1897-1996
BAB I
OENDERNEMING MENTO TOELAKAN
berisi tentang dinamika perkebunan serat di (Pinggiran wonogiri 1897-1996 ). di wilayah surakarta yakni kasunan dan mangkunegaran terjadi spirit kapitalisme ditandandai dengan maraknya penananaman perkebunan seprti kina,kopi ,teh, tebu, dll yang menjadi komoditas agraris utama perekonomian wilayah ini. Spirit kapitalisme ini pun bergolak pada diri KGPAA Mangkunegara IV yang memulai memutuskan untuk menghapuskan tanah lungguh para pangeran dan bangsawan Mangkunegarawan namun gagal pada tahun 1856. akan tetapi kegagalan tersebut tidak mematahkan niat adipati untuk mengusahakan tanah yang dimilkinya sendiri.hingga beliau berupaya menggunakan sistem gaji kepada para bawahannya dengan rakyat diharuskan menanam tanaman komoditas yang sudah ditentukan oleh praja. kebijakan mangkunegaran IV ini berhasil mendulang kekayaan. akan tetapi kebijakan ini tidak diterukan oleh penerusnya. justru beberapa lahan diserahkan kembali kepada priyayi istana sedangkan sebagian tanah disewakan kembali kepada pemodal asing. hingga terdapa pembagian pengelolaan di wilayah mangkunegaran yakni pertama tanah yang disewakan mepada pemodal asing, kedua diserahkan kepada bangsawan mangkunegaran, yang ketiga tanah dikuasai oleh penguasa mangkunegarawan sendiri.
di daerah karissidenan surakarta sendiri wonogiri sebagai salah satu wilayah memilki kesuburan yang tidak merata. daerah yang memilki wilayah utara dan tengah. salah satunya yaki perkebunan Wonogiri bagian utara adalah Mento Toelakan yang dikenal dengan perkebunan serat ketimbang perkebunan komoditas. selain itu Mento Toelakan inipernah menjadi pusat aktivitas perkebunan serat diwilayah Wonogiri dan karisidenan Surakarta akan tetapi ini memiliki kajian historis yang minim sebab banyak bukti peninggalan perkebunan telah rusak dan hilang serta data-data yang diperoleh sangat minim. beruntungnya masih tersisa bukti dari beberapa situs sejarah ingatan masyarakat sekitar dan keturunan eropa yang pernah bekerja di tempat ini. kekinian wilayah Mento Toelakan jejak peerkebunan ini masih menyisakan tanaman serat nanas yang jarang ditemui.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar